Ini Perihal Kedewasaan dan Berbagi, mungkin?

Ini adalah perihal perjalanan.

Seperti yang biasa kita lalui, dari kaca jendela kereta atau pesawat, memberikan banyak pemandangan. Pohon-pohon trembesi di pinggir jalan, atau kabel listrik yang kian memanjang. Lalu begitulah perjalanan ini, setiap jengkal yang kita lalui: remah roti dan kopi sisa semalam, di atas meja, kursi-kursi yang masih berserakan, buku-buku yang menumpuk, laptop yang masih menyala, kerai jendela yang baru saja aku buka—aku masih berjalan, sampai detik ini. Perjalanan begitu menarik bukan karena pemandangan-pemandangan itu?…..!

Dulu sekali, saat bertahun-tahun berlalu, Saat tungku rumah kami masih menyala dengan dahan dan rantin dari pohon-pohon di belakang rumah. Emakku mengantarku pergi ke sekolah di sebelah rumah. Di atas punggung Emak, dia bercerita soal Nabi Ayub. Ayub adalah nabi, hidup di daratan Arab. Umurnya dihabiskan untuk mencari diri sendiri dan hubungannya dengan Tuhan, lalu berbagai kejadian pun menempanya. Kebangkrutannya menderanya, bisnisnya kacau, dan jatuh miskin. Lalu, anak-anaknya meninggal, demikian pula dengan istri-istrinya satu persatu meninggalkanya. Kesedihan pun terus menusuknya, penyakit kulit ganas dengan culas menghukumnya, hingga dia diasingkan dari masyarakat. Namun hanya satu yang dipegang oleh Ayub: “sabar dan menjadikannya pelajaran”, dia yakin bahwa pencariannya tentang kebenaran mesti dilanjutkan.

Begitulah Emakku, selalu menceritakan cerita itu saat masih kecil. Di atas punggungnya, aku digendong. Perempuan buta huruf tersebut meyakinkanku, bahwa kelak anaknya mesti bersabar dan berbuat baik ke pada sesama. Pernah aku ditanya, jadi apa nanti kalau sudah besar “ Gak tahu” kataku. Emakku selalu balas menjawab “Jadi apapun dirimu terserah, tapi jadilah orang baik dan belajar dari diri sendiri, sebab hidup adalah pelajaran”.

Emak juga membawaku ke berbagai tempat, sebagai orang Jawa yang tak pernah mengenyam pendidikan, untuk menyembuhkan kakiku. Di umurku yang masih belia, dia tak membawaku ke dokter! Sebagai gantinya, dibawanya aku ke Ambarawa, Salatiga, Semarang, Pati, Juwana, Ungaran dan kota-kota disekeliling Jawa Tengah. Dia selalu menceritakan aku saat di Bis, perihal apa saja yang aku lihat dari kaca jendela bis. Perihal Iklan sepatu, Iklan Bank, Pengemis, dan seterusnya. Sesekali dia membelikanku nasi bungkus atau tahu kotak-kotak digoreng kecil-kecil dalam bis. Aku senang! Pernah dalam perjalanan ke Ungaran, emak menujukkanku ke sebuah anak kecil yang memboncengkan bapaknya pakai sepeda, dengan ketawa-ketawa sembari bilang “Jadilah seperti anak itu, mau membantu orang lain, sambil ketawa-ketawa”.

Kadang aku merasa sendiri, merasa dunia ini culas, kadang aku merasa aku yang paling hebat, kadang aku merasa aku rendah sekali, bodoh tak berguna, kadang aku menangis, karena dikecewakan. Kadang aku senang tiada tara saat nilaiku bagus, kadang aku menangis saat kepleset. Kadang aku benci diriku sendiri, kadang aku bahagia bersama teman, canda dan tertawa lepas. Kadang aku dia gak tau mau ngapain di kamar, kadang aku sibuk banget dengan kegiatan-egiatanku. Kadang aku senang apa yang aku harapkan tercapai. Dan seterusnya.

Semua yang hadir dalam diri kita berjajar seperti pemandangan yang aku lihat dalam kaca jendela bis atau kereta, mereka setia menemaniku, dan memelukku dan membisiki “jadilah lebih dewasa!” Hasil terbaik dalam perjalanan ini adalah kedewasaan, perasaan bahagia adalah saat kita bisa berbagi, meringankan beban atau sekedar membuat orang lain tersenyum, Persis seperti Emak menggendongku ke sana kemari saat bertahun-tahun dulu.

Malang, Akhir September 🙂

 

 

 

Advertisements

One response to “Ini Perihal Kedewasaan dan Berbagi, mungkin?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s