Cinta itu?

Cinta, dalam sebuah malam, bukanlah sejenis gorengan. Enak kalau masih hangat, tapi cinta adalah semacam wine yg mudah saja kita temukan di safeway, longdrugs atau di sekitar apartement ini. Semakin lama musti semakin hangat, semakin enak, semakin mahal, semakin “Inuk”, semakin mantab, dan semakin dewasa rasanya. Chteau Le Pin Pomeroladalah sejenis, wine Perancis, diproduksi tahun 1999 bari saja aku melihat harganya $908, 2 bulan naik $ 1000, mungkin.

Cinta adalah semacam proses, memproduksi bersama apa yang disebut pemakluman-pemakluman. Sebab cinta adalah biji, selanjutnya butuh air, butuh nutrisi, butuh abuk, atau mungkin pupuk. Itulah kenapa musti ada kompromi: saling mengerti, memaafkan, dan tersenyum dengan berbagai kekurangan-kekurangan yang dimiliki. Jauh Anda mendayung, semakin tertawa melihat betapa buruknya orang yang Anda cintai. Namun, sekali lagi, cinta adalah sejenis biji, butuh uborampe untuk tumbuh.  Maka pemakluman menjadi wajib, memafkan menjadi wajib, sabar menjadi wajib, dan saling menghormati hal2 yang menjadi perinsip menjadi sangat wajib. Itu semua adalah semacam ragi yang akan menjadikan cinta merizoma—membesar, lalu menjadi wine, setelah dewasa.

Cinta bukan semacam penyatuan si kembar: menyukai film yang sama, menyukai makanan yang sama, dan sama-sama tidak suka Manchester United. Bukan, cinta adalah semacam kompromi, penggemar real Madrid dan Barcelona. Arsenal dan Liverpool. Musik Hip-Hop dan Dangdut. Apa saja bisa dilampui oleh cinta, sebab cinta adalah seperti demokrasi: melampui batas atau dilampui batas. Tak peduli Turki atau Wonogiri, Ciputat atau Chicago. Difabel atau non difabel. Sipit atau mbelolok. Kurus kerontang atau ginuk. Semua terlampui, sebab cinta adalah masalah hati, sedang hati kata Ibnu Arabi, itu urusan sang pencipta Saturnus.

Cinta adalah semacam hibah, selain Antares dan milyaran bintang di langit. Semacam karunia mungkin. Lalu berterimakasihlah dengan adanya cinta: menerima segala perbedaan, menghormati, mengasihi, memahami, dan IHLAS

September 13 2010 Honolulu, saat sendiri!

Advertisements

One response to “Cinta itu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s