Seperti Dulu
Dulu sekali, saat deodoran adalah kemewahan bagiku, dan saat sliliden adalah hal yang istimewa, sebab makan daging terlalu mahal untuk uang di dompetku. Aku sering duduk sendiri, membaca buku […]
Dulu sekali, saat deodoran adalah kemewahan bagiku, dan saat sliliden adalah hal yang istimewa, sebab makan daging terlalu mahal untuk uang di dompetku. Aku sering duduk sendiri, membaca buku […]
Agama selalu hadir bersifat pulitis . Memberikan angan-angan tentang dunia jauh yg lebih menyenangkan dari dunia sini yang ada gempa, tsunami, macet, kemiskinan, ditinggal pacar, sulit membayar hutang, ataupun untung […]
Setiap kota yang aku kunjungi adalah pelajaran. Itu persis seperti setiap orang yang aku kenal , mereka adalah pelajaran. Tak ada orang yang menyenangkan tanpa cela dan sempurna. Selalu ada […]
Ini adalah perihal perjalanan. Seperti yang biasa kita lalui, dari kaca jendela kereta atau pesawat, memberikan banyak pemandangan. Pohon-pohon trembesi di pinggir jalan, atau kabel listrik yang kian memanjang. Lalu […]
Emak, sebentar lagi bulan puasa, dan setelah itu, seperti biasanya, pasti lebaran tidak seperti tiga lebaran yang berlalu, aku tidak ada di rumah. Anakmu pergi, jauuh, menemui jalan2 panjang, […]
Jadikan Hidup Anda Lebih Waaooowww !! Bagi yang ingin melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi yang lain, dan bagi yang mau mempunyai pengalaman bersama penyandang disabilitas, maka dengan ini kami Pusat […]
Slamet ThohariKekuasaan itu menyelinap dalam alam bawah sadar, lalu tereproduksi hingga menjadi “kebenaran”. Seringkali, kebenaran itu culas dan tak jarang jelas dengan tandas bergerak menindas. Demikian dengan kebenaran normal dan […]
An ode to ask Ask the harboring wind perpetually patting your shoulders, What’s the meaning of perfection? But they often call us The Deformed! Ask the rain that comes once […]
I was born in a rural area at Java. It’s a kampong with traditional muslim culture. When I was 6 years old, I asked my mom what happened with my […]
Oleh: Nurhadi Sirimorok Saya sering membayangkan bagaimana seandainya mendiang Edward Said sempat membaca tiga novel Andrea Hirata. Di sofa perpustakaan pribadinya mungkin dia akan senyum kecil membolak-balik buku-buku itu. Takjub. […]